Menulis, mengukir, meninggalkan sebuah jejak,
adalah salah satu cara bagaimana berbicara pada waktu.
Naturalis, Abstrakis, atau Realis
adalah kebebasan pilihan setiap naluri untuk menyalurkannya.

masa kini maupun masa depan merupakan sama sebuah masa.
memulai tidak harus menunggu, ketika menunggu tidak menjadi keharusan.
keraguan bukan teman yang harus dijumpai tiap saatnya,
melainkan niat dan tekad agar positifisme terus melekat.

kepribadian menentukan kemana mengalirnya setiap jiwa,
walaupun tidak pernah ada yang tahu bagaimana akan bertemu penghujungnya.
bukan menjadi sebuah alasan bahwa setiap pribadi pasti memiliki batasan,
karena sebuah kesempatan, memandang berdasarkan cara tak bertuan.

Kiri dan Kanan. menjadi problematika klasik bersudut pandang sempit.
masih begitu banyak ragamnya arah dunia selain hanya atas dan bawah.
perbedaan pernah menjadi alat pemersatu, pelopor sebuah kebaikan.
seterusnya begitu dan akan selalu tetap seperti itu. tidak berniat lain.

berfikir berkehidupan bukan hanya ditujukan pada kepuasan tersendiri,
dan bagaimana setekuk kebahagiaan tertuang sejauh mata memandang.
seberapa banyak pengorban dalam setiap detik kisah perjalanan,
selalu mengangkat kesadaran, akan masih begitu banyak manusia layaknya berlian.

sudahkah suara terlalu bersuara,
telah mencoba untuk mengolah jiwa,
begitu terjerumus dunia mengolah-raga,
mengapa tidak berusaha meng-olah kata?

Terimakasih, sebuah kata sederhana melambangkan kelimpahan rasa.


Saya,
keturunan sedari tanah Jawa, besar bertumbuh dalam daerah Ibukota.
teranggap bergaris Tionghoa, berparas legam daerah penghujung Indonesia.
menumpang lahir diatas tanah Sunda, mendambakan keberhasilan dimanapun nafas berada.
Irvan A. Mishar



Copyright © Mishars Template Design by RzaaL 1306